BAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA

 

MAKALAH

BAHASA  INDONESIA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA

Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Bahasa indonesia yang diampu oleh :

Drs. Komper Wardopo,M.Pd

Description: D:\IAIN PUWOKERTO\Ins.jpeg

DISUSUN OLEH:

·         DZIKRI APRILIAN ABDULLAH

·         SALMA INDRAYANTI

·         SUCI NUR RAFIDA SALEH

·         NUR KHOTIJAH

 

 

KELAS PGMI A1

FAKULTAS TARBIYAH

 

INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA KEBUMEN

Jl. Tentara Pelajar No. 55B Kebumen 54312 Telp/Fax: +62-287-385902

 

 Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesehatan, kesempatan serta pengetahuan sehingga makalah Bahasa Indonesia tentang “Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa” ini bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Kami berharap agar makalah ini bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan rekan-rekan mahasiswa pada khususnya dan para pembaca umumnya tentang Konsep Bahasa Indonesia Sebagai bahasa Pemersatu Bangsa yang merupakan salah satu bagian dari pelajaran bahasa Indonesia.

Mudah-mudahan makalah sederhana yang telah berhasil kami susun ini bisa dengan mudah dipahami oleh siapapun yang membacanya. Kami meminta maaf bilamana terdapat kesalahan kata atau kalimat yang kurang berkenan. Serta tak lupa kami juga berharap adanya masukan serta kritikan yang membangun dari Anda demi terciptanya makalah yang lebih baik lagi.

                                                            Kebumen, 28 September 2019

                                             Penyusun,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

a.      Latar Belakang Masalah

Bahasa merupakan salah satu unsur penting dalam dimensi kehidupan. Bahasa memiliki peran sebagai sarana untuk berkomunikasi lingual manusia, lingkungan manusia, baik secara lisan maupun tertulis.Ini adalan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai nilai sosial. Menurut kamus besar bahasa Indonesia bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang artbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.  Oleh karena itu, bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat, karena secara otomatis bahasa membaur dan mendominasi dalam praktek kehidupan bermasyarakat.

Di negara indonesia misalnya, sebagai negara kepulauan yang kaya akan perbedaan menyebabkan lahirnya bahasa yang berbeda pula. Disetiap daerah memiliki keunikan dan keberagaman sendiri dalam berbahasa. Namun berkat adanya sebuah semangat untuk bersatu diatas perbedaan bahasa disetiap daerah indonesia berhasil disatukan dalam bahasa Indonesia. Dalam ikrar Sumpah Pemuda, salah satunya adalah pengakuan bahasa Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tanah air dan bangsa Indonesia. Dalam sejarahnya, bahasa Indonesia sendiri adalah bahasa pemersatu yang harus dilestarikan bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

a.      Sejarah Bahasa Indonesia

Menurut sejarah kehadiran bahasa Indonesia melalui perjalanan sejarah yang panjang. Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke Bumi Nusantara dengan bukti- bukti prasasti yang ada, misalnya yang didapatkan di Bukit Talang Tuwo dan Karang Brahi,serta batu nisan di Aceh, sampai dengan tercetusnya inspirasi persatuan pemuda- pemuda indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Dalam peristiwa tersebut para pemuda bangsa indonesia mengikrarkan sebuah sumpah. Salah satunya adalah pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia.

 Dalam sejarahnya, bahasa Indonesia sendiri adalah sebuah proses perkembangan dari bahasa Melayu yang menjadi bahasa “Lingua Franca” diantara keberagaman etnis, bangsa dan latar belakang sosial yang hidup di kepulauan nusantara. Lingua Franca yang berasal dari bahasa Latin artinya adalah bahasa penghubung antara komunitas yang berbeda bahasa di wilayah geografis yang cukup luas (nusantara). Hal itu terjadi sudah berabad-abad sebelumnya. Dengan adanya kondisi yang semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Adanya bahasa melayu  yang dipakai sebagai lingua franca ini pun tidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah. Bahasa daerah tetap dipakai dalam situasi kedaerahan dan tetap berkembang.

Perbedaan ujud baik struktur, sistem, maupun kosa kata antara bahasa Melayu pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 tidak ada. Yang berbeda adalah semangat dan jiwa barunya. Sebelum sumpah pemuda, semangat dan jiwa bahasa melayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa melayu. Akan tetapi, setelah sumpah pemuda semangat dan jiwa bahasa Melayu sudah bersifat nasional atau jiwa indonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang berjiwa semangat baru diganti dengan nama bahasa Indonesia.

 

b.      Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Pemersatu

Berkaitan dengan fungsi bahasa persatuan, bahasa Indonesia merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Dengan bahasa Indonesia, bermacam macam suku bangsa, bahasa daerah, dan latar belakang budaya dapat bersatu dalam mengatasi perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia. Dalam hal ini, kehadiran bahasa Indonesia menjadi alat untuk membangun komunikasi antardaerah dan antarsuku yang ada di Indonesia.

Pada zaman jepang yang penuh kekerasan dan penindasan, bahasa indonesia dijadikan alat pemersatu yang ampuh bagi bangsa Indonesia. Dengan bahasa nasional itu kita letakan kepentingan nasional diatas kepentingan daerah atau golongan.

Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda. Perbedaan itu muncul karena berbagai macam sebab, diantaranya perbedaan latar belakang kebudayaan dan kebiasaan masyarakat indonesia. Hampir disetiap daerah di Indonesia memiliki bahasa khasnya sendiri atau yang biasa dikenal dengan bahasa daerah. Untuk itu, diperlukan satu bahasa yang dapat dipergunakan untuk berkomunikasi antarsuku yang berbeda, yaitu bahasa Indonesia.

Sebagai alat perhubungan, bahasa Indonesia mampu menghubungkan bangsa Indonesia yang berlatar belakang sosial budaya dan bahasa ibu yang berbeda beda. Berkat bahasa Indonesia, suku-suku bangsa yang berbeda-beda bahsa ibu itu dapat berkomunikasi secara akrab dan lancar sehingga kesalah pahaman antar individu atar kelompok tidak pernah terjadi. Karena bahasa Indonesia pula kita dapat menjelajah keseluruh pelosok tanah air tanpa hambatan.

Sehubungan dengan hal tersebut, bahasa indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan pada nilai nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan. Dengan bahasa nasional, kita dapat meletakan kepentingan nasional kita jauh diatas kepentingan daerah dan golongan kita.

 Dengan bahasa Indonesia yang diakui secara bersama-sama oleh semua masyarakat Indonesia sebagai bahasa nasional, mereka merasa memiliki satu kepentingan dan satu tujuan sehingga perbedaan dan pertentangan akan dapat diatasi. Setiap Negara yang terdiri atas banyak suku bangsa tentu memiliki kesulitan dalam berkomunikasi, termasuk Indonesia. Untuk itu, diperlukan satu bahasa yang dapat dipergunakan untuk berkomunikasi antarsuku yang berbeda, yaitu bahasa Indonesia. Dengan bahasa Indonesia, mereka dapat berhubungan antarsuku satu dengan yang lainnya.

Berkaitan dengan persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia sampai saat ini, kita patut bersyukur bahwa peran bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa dan negara tidak mengalami hambatan dan persoalan yang sangat mendasar dan serius, yang sampai menimbulkan disintegrasi bangsa atau perpecahan antarsuku bangsa di Indonesia. Hubungan antarsuku bangsa di Indonesia masih terjalin dengan baik dengan adanya bahasa Indonesia. Mereka juga menyadari adanya bahasa Indonesia, komunikasi dan jalinan hubungan antara suku yang satu dan yang lain tetap terjaga dengan baik.

Setelah hampir dasa windu menjadi bahasa persatuan, bahasa Indonesia memperlihatkan ciri cirinya sebagai alat komunikasi yang mutlak diperlukan bangsa indonesia. Bahasa Indonesia telah membuktikan diri sebagai bahasa yang tahan uji. Bahasa Indonesia telah menunjukan identitas bangsa indonesia. Bahasa Indonesia sangat berperan dalam mempersatukan pelbagai suku bangsa yang beraneka adat dan budayanya. Dalam mengemban misinya, bahasa Indonesia terus berkembang seiring dengan keperluan dan perkembangan bangsa Indonesia, walaupun ada perkembangan yang menggembirakan dan ada perkembangan yang menyedihkan dan membahayakan.

Menurut pendapat Halim (lihat kompas, 8 maret 1995, hal 16) setelah 67 tahun bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa persatuan, situasi kebahasaan ditandai oleh dua tantangan. Tantangan pertama, yakni perkembangan bahasa Indonesia yang dinamis, tetapi tidak menimbulkan pertentangan diantara masyarakat. Pada saat bersamaan bangsa indonesia sudah mencapai kedewasaan berbahasa. Sekarang tumbuh kesadaran secara emosional bahwa perilaku berbahasa tidak terkait dengan masalah nasionalisme. Buktinya, banyak orang yang lebih suka memakai bahasa asing, demikian Amran Halim.

            Tantangan kedua, yakni persoalan tata istilah dan ungkapan ilmiah. Tantangan kedua ini yang menimbulkan prasangaka yang tetap diidap ilmuan kita yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia miskin, bahkan kita dituduh belum mampu menyediakan sepenuhnya padanan istilah yang terdapat dalam banyak disiplin ilmu, teknologi,dan seni. Menurut Moeliyono(1991:15) prasangka itu bertumpu pada pendirian apa yang tidak dikenal atau diketahui, tidak dalam bahasa Indonesia.

Kedua tantangan menurut Amran Halim dapat dikategorikan sebagai tantangan yang bersifat internal. Tantangan itu dapat dilihat dari kenyataan bahasa indonesia itu sendiri, dan yang satu dari pemilik dan penutur bahasa Indonesia sendiri. Tantangan yang datang dari pemilik dan penutur bahasa Indonesia sebenarnya bersumber dari sikap, kesadaran berbahasa yang kemudian tercermin dalam perilaku berbahasa( lihat Fishman, 1975:24-28,Pateda,1990: 25-32).

Untuk memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai alat persatuan bangsa dan NKRI diperlukan komitmen para pejabat, guru dan dosen, mahasiswa dan pelajar, pengusaha, dan wartawan serta masyarakat untuk tetap mematuhi undang-undang yang berlaku dan bagi para pejabat konsisten dalam menjalankan undang-undang yang sudah ditetapkan, dan tetap menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia.

Pemasyarakatan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan agar masyarakat Indonesia setia dan mencintai bahasanya. Pemerintah dan seluruh komponen bangsa harus bekerja sama dalam memasyarakatkan gerakan cinta bahasa Indonesia agar bahasa Indonesia tetap lestari. Pemerintah harus mendukung setiap upaya pemasyarakatan bahasa Indonesia dan memberikan perhatian yang serius kepada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Hal itu diperlukan agar sejak dini sudah tertanam rasa cinta untuk melestarikan bahasa Indonesia yang fungsinya sebagai alat pemersatu bangsa.

BAB III

PENUTUP

a.      Kesimpulan

Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda. Perbedaan itu muncul karena berbagai macam sebab, diantaranya perbedaan latar belakang kebudayaan dan kebiasaan masyarakat indonesia. Hampir disetiap daerah di Indonesia memiliki bahasa khasnya sendiri atau yang biasa dikenal dengan bahasa daerah. Untuk itu, diperlukan satu bahasa yang dapat dipergunakan untuk berkomunikasi antarsuku yang berbeda, yaitu Bahasa Indonesia.

Perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar peran bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap lestari, terpelihara, dan terjaga dengan baik ada beberapa cara untuk menumbuhkan dan membina sikap positif terhadap bahasa Indonesia, antar lain melalui jalur keteladanan, jalur sekolah, jalur agama, jalur media massa,dan jalur organisasi sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Muslich,Masnur. 2012 . “Bahasa Indonesia Pada Era Globalisasi”. Jakarta: PT.Bumi Aksara.

 

Mulyati, Yeti, dkk. 2013 .” Bahasa Indonesia”. Banten: Universitas Terbuka

 

Susetyo. 2015.” Peran Bahasa Indonesia Sebagai Alat Pemersatu Negara

Kesatuan Republik Indonesia (Nkri)”. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB 2015

 

Eko Sulistyo.(2018). Bahasa Sebagai Pemersatu Bangsa.(online). Tersedia : http://badanbahasa.kemendikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/2756/bahasa-sebagai-pemersatu-bangsa

 

 

Komentar